Pekerja gerai ritel menyusun produk di minimarket modern nan berada di Jalan Pintu Gerbang, Kelurahan Bugih, Pamekasan beberapa waktu lampau (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).
PAMEKASAN || KLIKMADURA – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Kabupaten Pamekasan menargetkan sebanyak 30 perusahaan berperan-serta dalam aktivitas Job Fair 2026.
Namun, hingga Selasa (13/10/2026), jumlah perusahaan nan mendaftar baru mencapai 21 perusahaan dengan total 1.246 lowongan kerja nan tersedia bagi para pencari kerja.
Meski sasaran kepesertaan belum terpenuhi, Diskop UKM dan Naker Pamekasan tetap membuka kesempatan bagi perusahaan lain untuk berasosiasi dalam aktivitas tersebut.
Batas akhir pendaftaran ditetapkan hingga Kamis (15/10/2026), sehingga tetap ada waktu bagi perusahaan nan berkeinginan untuk mendaftarkan diri.
Kepala Diskop UKM dan Naker Pamekasan, Salehoddin, mengatakan penyelenggaraan Job Fair 2026 tetap bakal digelar sesuai agenda meskipun jumlah perusahaan nan berperan-serta tidak mencapai target. Menurutnya, aktivitas tersebut merupakan salah satu program tahunan Pemkab Pamekasan nan tetap kudu dilaksanakan.
“Misal kelak sampai pemisah akhir tidak terpenuhi, iya kudu tetap berjalan. Karena ini sudah program tahunan Pemkab Pamekasan,” ungkapnya.
Adapun perusahaan nan berperan-serta dalam Job Fair tahun ini berasal dari beragam sektor upaya dan layanan. Di antaranya bagian perhotelan, makanan dan minuman alias Food and Beverage (FnB).
Kemudian, jasa keuangan, perbankan, hingga lembaga dan lembaga seperti BPJS Ketenagakerjaan serta sejumlah perusahaan media jurnalistik.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berjalan selama dua hari, ialah Kamis hingga Jumat (29–30/10/2026), bertempat di Gedung Bakorwil Jatim IV Pamekasan.
Melalui aktivitas ini, para pencari kerja diharapkan dapat memperoleh info lowongan sekaligus berjumpa langsung dengan perwakilan perusahaan nan membuka kesempatan kerja.
Terkait pembiayaan, Salehoddin mengaku belum mengetahui secara pasti besaran anggaran nan dialokasikan untuk penyelenggaraan Job Fair tahun ini.
Namun, dia memastikan sumber pendanaan aktivitas tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Anggaran job fair tahun ini belum tahu pasti, tapi berasal dari APBD,” kata Salehoddin.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Job Fair tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan pemerintah daerah, tetapi juga bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan.
Selain itu, aktivitas tersebut diharapkan bisa membantu menekan nomor pengangguran, khususnya di wilayah Kabupaten Pamekasan.
Menurutnya, Job Fair menjadi sarana untuk mempertemukan perusahaan nan memerlukan tenaga kerja dengan masyarakat nan sedang mencari pekerjaan.
Dengan adanya pertemuan secara langsung, proses pencarian info lowongan dan penjajakan kesempatan kerja diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
“Juga ini merupakan corak sinergitas antara perusahaan dan pencari kerja. Bisa langsung ketemu di job fair itu,” tandasnya. (enk/nda)

14 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·