Jepang Umumkan Darurat Siber! AI Bantu Peretas Bobol Puluhan Perusahaan Besar

1 hari yang lalu 4
Jepang Umumkan Darurat Siber! AI Bantu Peretas Bobol Puluhan Perusahaan Besar

portalmadura.com, TOKYO – Pemerintah Jepang secara resmi mendeklarasikan status keadaan darurat keamanan siber menyusul gelombang serangan siber luar biasa nan menghantam puluhan perusahaan terkemuka di negara tersebut[cite: 1]. Serangan masif ini mengakibatkan kebocoran puluhan juta info pribadi pelanggan[cite: 1].

Menteri Keamanan Siber Jepang, Toshiharu Furukawa, mengonfirmasi tingkat keparahan dari kejadian ini[cite: 1]. “Kondisinya sangat kritis,” tegas Furukawa saat merespons rentetan peretasan nan terjadi[cite: 1].

Puluhan Perusahaan Besar Menjadi Korban

Laporan dari The Financial Times mencatat lebih dari 20 perusahaan berskala besar menjadi sasaran kejahatan siber ini[cite: 1]. Beberapa di antaranya mencakup jaringan ritel minimarket terkenal Lawson serta penyedia jasa penyewaan mobil Times Car[cite: 1].

Tak hanya itu, kejadian ini juga berakibat signifikan pada sektor transportasi publik[cite: 1]. Operator kereta api terbesar di Jepang, JR East, melaporkan sekitar 1,67 juta alamat email pengguna dalam sistem pemesanan tiket mereka sukses diretas dan dicuri oleh peretas[cite: 1].

Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI)

Para mahir keamanan siber menduga kuat bahwa para peretas melancarkan aksinya dengan memanfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan (AI)[cite: 1]. Penggunaan AI dinilai membikin proses peretasan melangkah jauh lebih cepat, efisien, dan presisi dibanding metode konvensional[cite: 1].

Managing Director Blackpanda Asia Timur Laut, Masaki Hiraoka, menjelaskan bahwa efisiensi AI memungkinkan peretas membidik sasaran nan sebelumnya tergolong susah alias dianggap kurang menguntungkan[cite: 1]. “Target-target mini nan dulu dianggap tidak sepadan dengan effort nan dikeluarkan, sekarang berbalik menjadi sasaran nan sangat potensial bagi peretas,” ungkap Hiraoka[cite: 1].

Selain mempercepat proses teknis, Presiden S&J Corp, Nobuo Miwa, menambahkan bahwa AI turut membantu peretas asing menembus halangan bahasa[cite: 1]. Selama ini, kompleksitas bahasa Jepang kerap menjadi tembok pertahanan alami dari ancaman peretasan luar negeri[cite: 1]. Namun dengan support AI, hambatan tersebut sekarang dapat diatasi dengan mudah oleh para pelaku[cite: 1].

Dapatkan pembaruan buletin teknologi dunia dan info tepercaya lainnya setiap hari hanya di portalmadura.com.

Navigasi pos

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0