Jangan Asal Cas Ponsel, Begini Urutannya agar Baterai Awet

5 jam yang lalu 1

KORANMADURA.com – Kebiasaan mengisi daya alias mengecas ponsel rupanya tidak boleh dilakukan sembarangan. Meski terlihat sederhana, urutan memasang charger perlu diperhatikan lantaran berpotensi memengaruhi kesehatan baterai.

Selama ini, sebagian pengguna ponsel terbiasa langsung menghubungkan kabel charger ke perangkat, kemudian memasang adaptor ke stopkontak. Ada pula nan melakukan urutan sebaliknya, ialah memasang adaptor ke stopkontak terlebih dulu sebelum menghubungkan kabel ke ponsel.

Kedua kebiasaan tersebut sekilas terlihat sama. Namun, urutan nan disarankan adalah menghubungkan adaptor charger ke stopkontak terlebih dahulu, baru kemudian memasang kabel ke ponsel.

Seperti dilansir dari tekno.kompas.com, salah satu argumen di kembali rekomendasi tersebut berangkaian dengan potensi lonjakan tegangan listrik saat charger pertama kali terhubung ke sumber listrik.

Lonjakan tegangan alias voltage spike terkadang ditandai dengan munculnya percikan mini pada stopkontak ketika adaptor dipasang. Kondisi tersebut dapat menimbulkan akibat terhadap perangkat elektronik, terutama jika perlengkapan pengisian daya nan digunakan tidak mempunyai perlindungan memadai.

Mengutip info dari produsen konektor daya Hongyi Tech Group, lonjakan tegangan listrik berpotensi memengaruhi kesehatan baterai ponsel.

Dengan memasang adaptor ke stopkontak terlebih dahulu, rangkaian elektronik pada charger dapat membantu mengendalikan tegangan sebelum listrik dialirkan ke perangkat.

Setelah adaptor terpasang, pengguna dapat menghubungkan kabel charger ke port pengisian daya ponsel. Urutan ini dinilai lebih kondusif untuk meminimalkan akibat akibat lonjakan tegangan ketika proses pengisian daya dimulai.

Selain memperhatikan urutan pemasangan charger, pengguna juga perlu menghindari kebiasaan membiarkan adaptor terus terhubung ke stopkontak setelah selesai digunakan.

Charger nan terus terpasang, terutama produk berbobot rendah alias tidak memenuhi standar keamanan, berpotensi menimbulkan akibat gangguan kelistrikan.

Karena itu, setelah pengisian daya selesai, sebaiknya kabel dilepas dari ponsel dan adaptor dicabut dari stopkontak.

Hal lain nan tidak kalah krusial adalah menghindari penggunaan ponsel secara berlebihan ketika sedang diisi daya. Aktivitas berat, seperti bermain gim dalam waktu lama alias menjalankan aplikasi nan memerlukan keahlian tinggi, dapat meningkatkan suhu perangkat.

Padahal, suhu panas berlebih merupakan salah satu aspek nan dapat mempercepat penurunan kesehatan baterai.

Pengguna juga disarankan memakai charger berbobot dan sesuai dengan spesifikasi perangkat. Dengan memperhatikan urutan pengisian daya, menjaga suhu ponsel, serta menggunakan perlengkapan nan aman, usia pakai baterai diharapkan dapat lebih terjaga.

Kebiasaan sederhana tersebut bisa menjadi langkah awal untuk merawat ponsel agar tetap berfaedah optimal dalam jangka panjang. (*)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0