IHSG Berakhir Menguat ke Level 5.943, Enam Saham Melesat Mentok Batas ARA

1 jam yang lalu 3
IHSG Berakhir Menguat ke Level 5.943, Enam Saham Melesat Mentok Batas ARA<

portalmadura.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari Rabu (14/10/2026) di area hijau. IHSG tercatat menguat tipis sebesar 17,05 poin alias setara dengan 0,29 persen, sehingga parkir di level 5,943.

Penguatan indeks utama ini turut disokong oleh kenaikan sejumlah emiten berkapitalisasi besar nan tergabung dalam indeks LQ45. Di jejeran ini, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatatkan lonjakan paling impresif usai melesat 9,16 persen ke posisi Rp1.430 per saham.

Selain pergerakan positif di jejeran blue chip, dinamika pasar juga diwarnai oleh tindakan lonjakan nilai ekstrem pada enam saham nan sukses menyentuh pemisah Auto Rejection Atas (ARA). Saham PT Telefast Indonesia Tbk (TRON) memimpin deretan top gainers dengan meroket 34,67 persen ke level Rp101, disusul oleh PT Sona Topas Tourism Tbk (SONA) nan melejit 25 persen ke posisi Rp3.450.

Daftar Saham Top Gainers dan ARA

Berdasarkan info penutupan bursa, berikut adalah daftar saham nan mengalami kenaikan nilai tertinggi dan masuk dalam jejeran top gainers:

  • TRON: Naik 34,67% ke Rp101
  • SONA: Naik 25,00% ke Rp3.450
  • BLTZ: Naik 24,93% ke Rp4.210
  • BIKE: Naik 24,92% ke Rp4.160
  • PTSP: Naik 24,77% ke Rp1.335
  • ARTA: Naik 24,65% ke Rp2.680

Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan mencatatkan sebanyak 291 saham mengalami penguatan, 342 saham terkoreksi, serta 330 saham ditutup stagnan. Total nilai transaksi harian nan dihimpun di bursa mencapai Rp10,9 triliun.

Pergerakan Sektor Saham

Mayoritas sektor saham sukses mendarat di area hijau pada akhir perdagangan hari ini. Sektor teknologi keluar sebagai penggerak utama pasar dengan kenaikan tertinggi sebesar 2,76 persen.

Kenaikan juga dialami oleh sektor properti nan tumbuh 1,78 persen, sektor peralatan konsumen primer naik 0,41 persen, sektor perindustrian menguat 0,36 persen, serta sektor kesehatan bertambah 0,29 persen. Penguatan lanjutan turut dicatatkan oleh sektor transportasi (0,22 persen), sektor finansial (0,06 persen), dan sektor peralatan baku (0,05 persen).

Sebaliknya, tekanan jual melanda beberapa sektor industri. Sektor peralatan konsumsi non-primer memimpin pelemahan dengan merosot 0,72 persen, diikuti sektor daya nan turun 0,59 persen, serta sektor prasarana nan melemah tipis 0,19 persen.

Sentimen Global dan Domestik

Dari kancah global, Pilarmas Investindo Sekuritas melaporkan bahwa pasar finansial Amerika Serikat tengah mencermati pernyataan Presiden The Fed New York, John Williams. Ia menilai bahwa satu kali kenaikan suku kembang tambahan tetap relevan pada tahun ini, meski pengetatan moneter lanjutan diprediksi tidak diperlukan pada 2027.

Sementara itu, sentimen positif regional datang dari China setelah info ekspor negara tersebut melonjak pada September 2026 dengan laju tercepat sejak awal 2021. Di sisi domestik, pasar merespons positif langkah International Monetary Fund (IMF) nan merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026 menjadi 5,1 persen, didorong oleh penguatan daya beli masyarakat serta realisasi shopping pemerintah nan optimal.

Navigasi pos

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0