HUT Ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Soroti Ancaman Media Sosial terhadap Persatuan

1 jam yang lalu 2

Jajaran Forkopimda foro berbareng usai ucapara HUT TNI ke-81 di Lapangan Makodim 0826/Pamekasan, Senin (5/10/2026).

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Tantangan menjaga keutuhan bangsa dinilai semakin kompleks dan tidak hanya berangkaian dengan ancaman militer. Perkembangan media sosial, termasuk penggunaan telepon seluler nan tidak terkontrol sejak usia anak, turut menjadi perhatian TNI lantaran berpotensi memengaruhi persatuan masyarakat.

Hal itu disampaikan Dandim 0826 Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko setelah upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Makodim 0826/Pamekasan, Senin (5/10/2026).

Agus mengatakan, peringatan HUT ke-81 TNI mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Menurutnya, tema tersebut menggambarkan hubungan nan tidak terpisahkan antara TNI dan masyarakat.

“TNI lahir dari rakyat dan berjuang berbareng rakyat demi kepentingan rakyat,” katanya.

Menurut Agus, kedekatan TNI dengan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas pertahanan dan keamanan. Sejumlah program sosial juga dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

Salah satunya melalui pembangunan prasarana di sejumlah wilayah Pamekasan. Agus menyebut sedikitnya 13 jembatan telah dibangun TNI dan tersebar di beragam wilayah Kabupaten Pamekasan.

Selain pembangunan jembatan, TNI juga terlibat dalam pembangunan sumur bor serta beragam aktivitas lain nan dikerjakan berbareng masyarakat.

Namun, Agus menilai tantangan nan dihadapi bangsa saat ini telah mengalami perubahan. Kemajuan teknologi membikin arus info bergerak sangat cepat, termasuk melalui media sosial.

Menurutnya, masyarakat perlu mempunyai keahlian menyaring info agar tidak mudah terpengaruh konten nan dapat memicu perpecahan.

“Sekarang perang bukan hanya melawan musuh, tetapi juga perang melawan media sosial,” ujarnya.

Perhatian khusus, kata Agus, perlu diberikan terhadap penggunaan media sosial oleh anak-anak. Pengawasan sejak awal dinilai krusial agar teknologi tidak digunakan secara keliru dan justru berakibat terhadap kehidupan sosial generasi muda.

“Sekuat apa pun TNI, jika anak sejak awal dibiarkan menggunakan media sosial tidak dengan baik, tetap bisa membikin kita terpecah,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman nan turut menghadiri upacara tersebut menilai keberadaan TNI mempunyai peran krusial dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus membantu masyarakat melalui beragam program pembangunan.

Menurutnya, kontribusi tersebut tidak hanya terlihat dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga aktivitas sosial dan lingkungan.

“Banyak program TNI nan baru, mulai dari membangun jembatan, bersih-bersih pantai dan tempat-tempat nan jarang dijangkau. Hal itu juga menjadi pemicu kemajuan kita dalam berbangsa dan bernegara,” tandasnya. (ibl/nda)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0