Hari Jadi ke-758 Jadi Momentum Sumenep Genjot Promosi Wisata dan Budaya

1 jam yang lalu 2

KABAR MADURA | Peringatan Hari Jadi ke-758 Kabupaten Sumenep menjadi momentum krusial bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk memperkuat promosi pariwisata dan budaya daerah. Melalui beragam potensi unggulan nan dimiliki, Sumenep didorong semakin dikenal luas sekaligus bisa menarik minat visitor dari beragam daerah. 

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan bahw aHari Jadi Sumenep bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, seni, budaya, dan lokasi wisata kepada masyarakat luas.

“Momentum Hari Jadi ke-758 ini kudu kita manfaatkan untuk semakin memperkenalkan potensi pariwisata dan budaya Sumenep. Kita mempunyai kekayaan sejarah, tradisi, kesenian, serta lokasi wisata nan menjadi kebanggaan daerah,” ujarnya.

Menurut Faruk, Sumenep mempunyai beragam potensi nan dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Mulai dari warisan sejarah Keraton Sumenep, kesenian tradisional, hingga keelokan wisata bahari di wilayah kepulauan. 

Potensi tersebut menjadi modal krusial untuk memperkuat identitas Sumenep sebagai wilayah nan kaya bakal warisan budaya dan mempunyai daya tarik wisata nan beragam. 

“Kami mau Hari Jadi ini tidak hanya dirasakan sebagai kemeriahan seremoni, tetapi juga menjadi ruang promosi agar kekayaan budaya dan lokasi wisata Sumenep semakin dikenal masyarakat luar,” katanya. 

Salah satu kekuatan budaya nan berpotensi mendongkrak promosi wilayah adalah musik tong-tong. Kesenian unik Madura tersebut apalagi mengambil bagian dalam kemeriahan gelaran MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat. 

Penampilan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan identitas budaya Sumenep kepada khalayak nan lebih luas. Musik tong-tong tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga merepresentasikan kreativitas, kebersamaan, dan karakter masyarakat Madura. 

Faruk menilai, pengembangan pariwisata perlu melangkah beriringan dengan pelestarian budaya. Dengan memberikan ruang bagi kesenian tradisional untuk tampil di beragam kesempatan, warisan budaya wilayah dapat terus hidup sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan. 

“Budaya kudu terus dilestarikan dan dikembangkan agar tidak hanya dikenal oleh masyarakat sendiri. Kami mau kesenian unik Sumenep semakin mendapat tempat dan menjadi bagian dari daya tarik pariwisata daerah,” ungkapnya. 

Selain memperkuat gambaran daerah, promosi pariwisata juga diharapkan memberikan akibat ekonomi bagi masyarakat. Meningkatnya kunjungan visitor berpotensi membuka kesempatan upaya bagi pelaku UMKM, perajin, pelaku kuliner, hingga masyarakat nan bergerak di sektor jasa pariwisata. 

Karena itu, keterlibatan masyarakat dan pelaku ekonomi imajinatif dinilai krusial agar pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada pengenalan destinasi, tetapi juga memberikan faedah nyata bagi perekonomian lokal. 

“Harapannya, potensi wisata dan budaya nan kita miliki semakin berkembang, semakin dikenal, dan bisa memberikan faedah bagi masyarakat. Pelestarian budaya kudu melangkah berbareng dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ara/waw)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0