Diduga Jadi Korban TPPO di Libya, PMI Asal Sampang Minta Dipulangkan

14 jam yang lalu 2

SAMPANG, koranmadura.com – Kondisi Nurul Hasanah, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jalan Pemuda Baru, Kelurahan Rong Tengah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, memprihatinkan. Ia mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan hingga kecelakaan kerja nan menyebabkan tangannya patah. Kini, dia berambisi pemerintah membantu memulangkannya ke Indonesia.

Dalam sebuah video nan beredar, Nurul mengaku sudah tidak kuat bekerja lantaran kondisi kesehatannya memburuk setelah mengalami kecelakaan kerja. Ia juga mengaku kesulitan mendapatkan perawatan medis.

Bahkan, dalam video berdurasi satu menit 28 detik tersebut, Nurul nan mengenakan baju putih mengaku pernah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari majikannya. Ia juga menyebut hanya diberi makan sekali dalam sehari.

“Saya mendapat masalah lantaran kecelakaan kerja, hingga tangan saya patah. Namun apa nan terjadi, saya menjadi kekecewaan dan patah semangat. Kini saya sudah tidak bisa bekerja normal lantaran sakit. Namun saya tetap dipaksa kerja. Dan saya pernah mendapat perlakuan kasar dari majikan. Makan pun hanya sekali,” akunya.

Nurul mengaku telah mengadukan nasibnya ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Namun, dia menyebut kudu bayar tukar rugi sebesar 7.000 dolar.

“Saya berambisi kepada pemerintah Sampang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Indonesia. Tolong saya agar saya dapat kembali ke Indonesia. Saya sudah tidak kuat lagi bekerja. Tolong saya pak, saya mau pulang,” ujarnya dengan nada sedih dan penuh harap.

Nurul mengungkapkan, awalnya dia berangkat ke luar negeri setelah mendapat tawaran bekerja di Dubai melalui seseorang berjulukan Holis. Keberangkatannya disebut mendapat sponsor. Namun, dia mengaku kemudian dibawa ke Libya.

“Saya TKW nan pada awalnya diberangkatkan oleh sponsor atas nama pak Holis ke Dubai, tapi kemudian saya dibuang ke Libya,” ucapnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyebut Nurul diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Saat ini, dia dikabarkan berada di Benghazi, Libya.

Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Kabupaten Sampang, Uriantono Triwibowo, menyatakan bahwa Pemkab Sampang tengah membantu proses pemulangan Nurul.

“Dokumen permohonan kepulangan telah diproses dan dikoordinasikan dengan kementerian mengenai serta KBRI,” katanya. (MUHLIS/DIK)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0