Bupati Fauzi Turun Tangan Atasi Kekeringan, 1,2 Juta Liter Air Bersih Disalurkan kepada Warga Terdampak

40 menit yang lalu 1

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyalurkan secara simbolis air bersih kepada penduduk terdampak. (DOK. KLIKMADURA)

SUMENEP || KLIKMADURA – Kepedulian Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo terhadap penduduk terdampak kekeringan diwujudkan melalui penyaluran 1,2 juta liter air bersih ke sejumlah wilayah nan mengalami krisis air.

Salah satu sasaran support tersebut adalah penduduk Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, nan telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama sekitar empat bulan akibat tandus panjang.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo turut turun langsung dalam pendistribusian support air bersih kepada masyarakat Langsar, Senin (5/10/2026).

Penyaluran dilakukan berbareng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur, Baznas Kabupaten Sumenep, Kodim 0827 Sumenep, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Sosial Kabupaten Sumenep.

Achmad Fauzi mengatakan, pemerintah wilayah tidak mau masyarakat menghadapi persoalan kekurangan air bersih seorang diri. Karena itu, penanganan kekeringan dilakukan melalui kerjasama dengan beragam pihak agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ketika ada penduduk nan kesulitan mendapatkan air akibat kemarau, pemerintah kudu datang dan memastikan kebutuhan tersebut bisa terpenuhi,” kata Achmad Fauzi.

Menurutnya, pengedaran air bersih menjadi salah satu langkah sigap nan dilakukan pemerintah untuk membantu masyarakat di tengah tandus panjang. Bantuan bakal diarahkan kepada wilayah nan berasas pemetaan mengalami akibat kekeringan.

“Kami terus melakukan pemantauan terhadap daerah-daerah nan mengalami kekeringan. Bantuan air bersih ini bakal terus disalurkan agar masyarakat tidak sampai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Achmad Fauzi juga mengapresiasi keterlibatan Baznas Jatim dan Baznas Sumenep serta sejumlah lembaga dalam penanganan krisis air bersih tersebut.

“Ini corak gotong royong. Pemerintah berbareng Baznas, TNI, BPBD dan Dinas Sosial bergerak berbareng untuk membantu masyarakat. Harapannya, support ini betul-betul bisa meringankan beban warga,” ungkapnya.

Kondisi kekurangan air bersih salah satunya dirasakan penduduk Desa Langsar. Ketua RT 13 Desa Langsar, Masdarun, mengatakan masyarakat mulai mengalami kesulitan memperoleh air sejak Juli 2026.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, penduduk terpaksa membeli air dengan nilai sekitar Rp80 ribu untuk satu pikap. Pengeluaran tersebut menjadi beban tambahan bagi masyarakat lantaran air dibutuhkan untuk beragam keperluan rumah tangga.

“Warga mulai mengalami kekurangan air bersih sejak bulan tujuh lalu. Untuk memenuhi kebutuhan air, penduduk terpaksa membeli. Satu pikap air harganya sekitar Rp80 ribu,” ujar Masdarun.

Air nan dibeli warga, lanjut dia, digunakan tidak hanya untuk minum dan memasak, tetapi juga mandi serta kebutuhan rumah tangga lainnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Sumenep Ahmad Rahman menyampaikan, penyaluran air bersih merupakan corak kepedulian berbareng terhadap masyarakat nan terdampak kekeringan.

“Kami Baznas Sumenep berbareng Baznas Jawa Timur, berbareng Bupati, BPBD dan Dinas Sosial, turun langsung memberikan support air bersih kepada penduduk Langsar,” katanya.

Ahmad Rahman memastikan pengedaran air bersih bakal terus dilakukan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep nan mengalami krisis air akibat tandus panjang.

Menurutnya, perhatian juga bakal diberikan kepada masyarakat di wilayah kepulauan nan menghadapi persoalan serupa.

“Kami bakal terus melakukan pengedaran air bersih ke daerah-daerah nan mengalami krisis air. Termasuk wilayah kepulauan, lantaran di sana juga banyak masyarakat nan terdampak kekeringan,” pungkasnya. (nda)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0