Kepala Disdikbud Pamekasan Basri Yulianto terima penghargaan secara simbolis dari Bupati Pamekasan Kholilurrahman apresiasi Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Selasa (3/11/2026). (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).
PAMEKASAN || KLIKMADURA – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dalam menjaga kelestarian bahasa Madura mendapat pengakuan dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur.
Apresiasi tersebut diberikan atas support pemerintah wilayah terhadap Program Revitalisasi Bahasa Daerah, khususnya kebijakan memasukkan bahasa Madura sebagai mata pelajaran wajib di sekolah.
Penghargaan itu diserahkan secara simbolis oleh Bupati Pamekasan Kholilurrahman kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Basri Yulianto.
Penyerahan berjalan seusai upacara peringatan Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan di Mandhapa Agung Ronggosukowati, Selasa (3/11/2026).
Bupati Kholilurrahman menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, pengakuan dari Balai Bahasa Jawa Timur menjadi kebanggaan sekaligus bingkisan bagi masyarakat Pamekasan dalam momentum hari jadi kabupaten.
“Tentu ini menjadi salah satu bingkisan bagi Kabupaten Pamekasan di hari jadi kali ini. Suatu kebanggaan agar bahasa wilayah bisa terus dilestarikan,” tuturnya.
Dia menegaskan, Pemkab Pamekasan bakal terus mendukung upaya revitalisasi bahasa wilayah melalui beragam kebijakan. Salah satu langkah nan ditempuh ialah memastikan bahasa Madura tetap hidup dalam keseharian generasi muda, termasuk melalui lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Pamekasan Basri Yulianto menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil komitmen pemerintah wilayah dalam memperkuat pelestarian bahasa ibu. Upaya tersebut diwujudkan melalui kebijakan pendidikan dan penyediaan bahan pembelajaran berkata Madura.
Basri menjelaskan, sebelumnya dirinya mewakili Bupati Pamekasan menyerahkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang muatan lokal bahasa Madura beserta sejumlah kitab berkata Madura kepada Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Puji Retno Hardiningtyas.
“Waktu itu kami datang mewakili Bapak Bupati untuk menyampaikan komitmen pemerintah wilayah dalam memperkuat pelestarian bahasa Madura melalui kebijakan pendidikan,” ungkapnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa Pamekasan menjadi satu-satunya wilayah dari enam wilayah lokus bahasa Madura nan menyatakan komitmen menginternalisasikan bahasa tersebut dalam pembelajaran di sekolah. Enam wilayah tersebut meliputi Pamekasan, Sumenep, Sampang, Bangkalan, Bondowoso, dan Situbondo.
Basri berharap, penghargaan tersebut semakin memperkuat semangat seluruh pihak untuk menjaga keberlangsungan bahasa Madura. Dengan demikian, bahasa ibu tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga tetap digunakan dan dikenal oleh generasi mendatang. (enk/nda)

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·