KABAR MADURA | MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning menghadirkan pembelajaran sains nan kreatif, multibahasa, dan berwawasan lingkungan melalui pameran produk pembelajaran IPA di depan Gedung Utama IBS PKMKK, Ahad (11/10/2026), pukul 07.30–12.00 WIB. Kegiatan nan melibatkan santri kelas VII dan dihadiri para wali santri ini menampilkan beragam karya rekayasa sederhana berbahan jejak nan ramah lingkungan, dipresentasikan menggunakan tiga bahasa, ialah Inggris, Arab, dan Korea. Program ini menjadi penerapan pilar One Week Three Languages IBS PKMKK sekaligus upaya mengintegrasikan sains, keahlian berbahasa, kreativitas, dan kepedulian ekologis dalam satu pengalaman belajar.
Di bawah pengarahan Endang Sulastri, pembimbing IPA, nan bekerja-sama dengan mahasiswa UIN Madura, santri putra mempresentasikan delapan produk, meliputi jembatan hidrolik, roket air, kincir air, roket gas, mesin hidrolik, kipas angin, perahu dinamo, dan excavator. Sementara itu, santri putri menampilkan sepuluh karya, ialah kincir air, komedi putar, kincir angin, mobil derek, mesin hidrolik, vacuum cleaner, becak, mobil tenaga air, roket air, dan dispenser. Setiap produk menjadi media bagi santri untuk memahami prinsip-prinsip sains sekaligus melatih keahlian komunikasi, kolaborasi, dan keberanian menyampaikan pendapat di hadapan publik.
Kepala MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning, Dr. Heni Listiana, mengapresiasi penyelenggaraan outing class nan digagas pembimbing IPA melalui kerjasama dengan pembimbing bahasa asing. Menurutnya, pembelajaran lintas disiplin memberikan ruang bagi santri untuk menghubungkan teori dengan praktik, mengembangkan kreativitas, serta menggunakan bahasa sebagai sarana komunikasi pengetahuan. Kehadiran wali santri turut memperkuat hubungan antara madrasah dan family dalam menyaksikan perkembangan kompetensi, kepercayaan diri, dan kemandirian belajar anak.
Direktur Utama IBS PKMKK, Prof. Dr. Achmad Muhlis, MA, menegaskan bahwa prinsip pembelajaran semestinya menghadirkan suasana nan menggembirakan bagi guru, santri, dan wali santri. “Pembelajaran apa pun materinya semestinya dapat dikemas seperti outing class: pembimbing enjoy, santri enjoy, dan wali santri juga dapat menikmati perkembangan putra-putrinya dengan enjoy. Inilah semangat Kurikulum Cinta nan digagas Kementerian Agama RI,” pesannya. Pendekatan tersebut menempatkan kegembiraan, penghargaan, dan relasi nan manusiawi sebagai bagian krusial dari proses pendidikan nan bermakna.
Prof. Achmad Muhlis juga mengingatkan bahwa pemanfaatan peralatan bekas, pengembangan produk ramah lingkungan, dan pembiasaan menjaga kebersihan merupakan bagian dari pembelajaran kepercayaan dalam kehidupan nyata. Pendidikan lingkungan menumbuhkan kesadaran bahwa pengetahuan kudu melahirkan tanggung jawab terhadap sesama dan alam. Melalui aktivitas ini, santri belajar bahwa produktivitas dapat tumbuh dari keterbatasan, teknologi dapat dipelajari melalui benda-benda sederhana, dan nilai keagamaan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam merawat lingkungan.
Pameran produk pembelajaran IPA tersebut menegaskan komitmen MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning dan IBS PKMKK dalam membangun pendidikan nan integratif, inovatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Perpaduan sains, tiga bahasa, kerjasama akademik, dan kepedulian ekologis menghadirkan pengalaman belajar nan relevan dengan tantangan masa depan. Dari peralatan jejak lahir karya, dari pembelajaran tumbuh kreativitas, dan dari kepedulian terhadap lingkungan terbentuk karakter santri nan berilmu, berakhlak, serta bertanggung jawab terhadap kehidupan.

1 hari yang lalu
7








English (US) ·
Indonesian (ID) ·