Merencanakan kehamilan bukan hanya soal menunggu hasil positif pada perangkat tes kehamilan. Jauh sebelum itu, pasangan suami-istri dianjurkan untuk mempersiapkan bentuk dan mental agar tubuh betul-betul siap menghadapi proses kehamilan nan sehat dan minim risiko.
Berdasarkan pedoman kesehatan dan rekomendasi konseling prakonsepsi, terdapat 7 kondisi kesehatan krusial nan perlu diperiksa dan disiapkan sebelum memutuskan untuk mempunyai momongan:
1. Evaluasi Penyakit nan Sudah Dimiliki
Menurut ulasan American College of Obstetricians & Gynecologist (ACOG), kondisi seperti diabetes, hipertensi, gangguan tiroid, hingga masalah kesehatan mental sebaiknya dikendalikan terlebih dahulu. Bukan berfaedah pengidap penyakit kronis dilarang hamil, namun kondisinya wajib dievaluasi berbareng tenaga medis untuk menekan akibat komplikasi.
2. Peninjauan Obat, Vitamin, dan Suplemen
Seluruh obat rutin, baik resep maupun bebas, vitamin, suplemen, hingga produk herbal kudu dikonsultasikan kepada dokter. Sejumlah jenis obat dapat memengaruhi perkembangan janin sehingga perlu ditinjau ulang sebelum program mengandung dimulai.
3. Pemeriksaan Riwayat Kesehatan Keluarga
Penting bagi pasangan untuk saling mengetahui rekam jejak medis keluarga. Penelusuran genetik ini mencakup akibat penyakit bawaan, kelainan genetik, riwayat gangguan mental, hingga jenis kanker tertentu dalam keluarga.
4. Memastikan Status Vaksinasi Sesuai
Kelengkapan imunisasi memegang peranan krusial sebelum hamil. Beberapa jenis vaksin seperti rubella, varicella, dan hepatitis B perlu dicek statusnya lantaran idealnya diberikan sebelum kehamilan terjadi.
5. Skrining Infeksi Menular Seksual (IMS)
Pemeriksaan skrining seperti HIV, sifilis, gonore, serta klamidia dianjurkan untuk mendeteksi awal potensi infeksi. Langkah ini bermaksud memastikan kesehatan kedua pasangan dan menentukan penanganan medis nan tepat sebelum pembuahan.
6. Konsumsi Asam Folat Sejak Dini
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan wanita nan merencanakan kehamilan untuk mengonsumsi 400 mikrogram masam folat setiap hari. Asam folat sangat krusial untuk mencegah abnormal tabung saraf serta gangguan perkembangan otak dan tulang belakang bayi.
7. Menjaga Berat Badan, Pola Makan, dan Gaya Hidup
Penilaian berat badan dan status nutrisi sangat dianjurkan lantaran berat badan nan terlalu ekstrem dapat memicu masalah kesuburan. Selain itu, pasangan juga kudu menghentikan kebiasaan jelek seperti merokok, mengonsumsi alkohol, serta menghindari unsur rawan lainnya.
Pemeriksaan dan persiapan menyeluruh ini tidak hanya bertindak bagi calon ibu, tetapi juga krusial dilakukan oleh calon ayah demi mendukung kualitas kesehatan reproduksi nan optimal.
portalmadura.com

16 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·