UNIRA Raih Hibah Program Kampus Berdampak Rp2 Miliar, Rektor Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

1 jam yang lalu 4

Rektor Universitas Madura, Dr. Drs. EC. H. Gazali, M.M., saat menyampaikan pidato pada Wisuda ke-37 di Ballroom Hotel Odaita, Pamekasan. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Universitas Madura (UNIRA) terus memperkuat komitmennya meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), penemuan pembelajaran, riset kolaboratif, dan pengabdian kepada masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui beragam capaian, termasuk capaian hibah Program Kampus Berdampak senilai total Rp2 miliar.

Rektor Universitas Madura, Dr. Drs. EC. H. Gazali, M.M., menyampaikan perihal itu dalam pidatonya pada Sidang Terbuka Senat UNIRA dalam rangka Wisuda Sarjana ke-37, nan digelar pada 24–25 Oktober 2026.

Menurut Gazali, UNIRA berkomitmen menyiapkan lulusan nan tidak hanya mempunyai kompetensi akademik, tetapi juga bisa beradaptasi, berpikir kritis, kreatif, serta menghadirkan penemuan nan berfaedah bagi masyarakat.

“Tema wisuda tahun ini adalah ‘Menguatkan Integritas dengan Berkolaborasi dan Berinovasi sebagai Kampus Berdampak’. Tema ini tidak hanya sekadar narasi, namun merupakan refleksi nyata dari tekad mendalam nan menggerakkan kami untuk menjalankan peran kunci dalam perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia dan mendukung visi pemerintah dalam mewujudkan kampus berdampak,” ujar Gazali.

Dia menegaskan, perubahan bumi pendidikan tinggi menuntut perguruan tinggi untuk terus berinovasi dan memperkuat kerjasama agar bisa menghasilkan lulusan nan relevan dengan kebutuhan zaman.

Jajaran ketua kampus Universitas Madura (UNIRA) saat prosesi wisuda. (KLIKMADURA)

“Kami menyadari bahwa dalam situasi perubahan semacam ini, UNIRA kudu dapat menyiapkan lulusan nan dilengkapi dengan kompetensi dan keahlian nan inovatif, elastis dan adaptif terhadap perubahan,” tegasnya.

Dapat Dana Hibah Rp2 Miliar

Salah satu capaian nan disorot Gazali adalah keberhasilan UNIRA memperoleh hibah Program Kampus Berdampak dengan nilai total Rp2 miliar. Hibah tersebut dialokasikan untuk Program Studi Administrasi Publik dan Pendidikan Matematika.

Selain program tersebut, sejumlah program studi di lingkungan UNIRA juga menjalankan beragam inisiatif, seperti Praktisi Mengajar, riset kolaboratif, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Gazali, beragam program itu menjadi bagian dari upaya kampus memastikan bahwa aktivitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian tidak berakhir di lingkungan akademik, tetapi juga memberikan faedah nyata bagi masyarakat.

“Keterlibatan mahasiswa dan pengajar dalam program-program ini adalah inti dari komitmen kami. Kami percaya bahwa dengan terlibat aktif dalam inisiatif-inisiatif ini, mereka dapat mengembangkan kompetensi dan keahlian nan diperlukan dalam menghadapi era revolusi 5.0,” ungkapnya.

Perkuat Kualitas Dosen dan Penelitian

Selain pengembangan program berdampak, UNIRA juga terus berinvestasi dalam peningkatan kualitas SDM, khususnya tenaga pendidik.

Hingga 2026, UNIRA mempunyai 35 pengajar bergelar ahli dan 37 pengajar nan sedang menempuh pendidikan doktoral. Kampus tersebut menargetkan lebih dari 50 persen dosennya bergelar ahli dalam dua tahun ke depan.

Gazali menilai, penguatan kualifikasi akademik pengajar menjadi salah satu langkah strategis untuk menjamin kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan kapabilitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Di bagian penelitian, UNIRA mencatat sejumlah capaian hibah. Sebanyak 10 pengajar memperoleh hibah Penelitian Dosen Pemula, enam pengajar menerima hibah Penelitian Fundamental Reguler.

Kemudian, satu pengajar memperoleh hibah Penelitian Kerja Sama Antarperguruan Tinggi, dan satu pengajar menerima hibah Penelitian Tesis Magister.

Selain itu, sebanyak 49 pengajar memperoleh hibah penelitian internal, sementara 25 pengajar mendapatkan hibah pengabdian kepada masyarakat.

“Pencapaian pengajar dan mahasiswa mencerminkan kualitas pendidikan nan kami tawarkan. Hal ini menunjukkan bukti komitmen kami dalam meningkatkan pendidikan dan penelitian serta memberikan kontribusi pada perkembangan masyarakat dan sistem pendidikan,” kata Gazali.

Prestasi juga diraih mahasiswa UNIRA di tingkat internasional. Salah satunya melalui penghargaan penemuan upaya dalam arena International Business Plan Competition (IBPC) di Malaysia. Mahasiswa UNIRA juga meraih sejumlah prestasi di tingkat nasional, baik dalam bagian akademik maupun nonakademik.

Perluas Kerja Sama Internasional

Untuk memperkuat daya saing lulusan, UNIRA turut mengembangkan kerja sama dengan beragam lembaga pendidikan, industri, dan lembaga pemerintahan di tingkat nasional maupun internasional.

Gazali menyebutkan, UNIRA telah memperpanjang perjanjian kerja sama dengan Universiti Teknologi Malaysia pada 2026. Selain itu, sejumlah mahasiswa UNIRA telah mengikuti program pertukaran pelajar ke Thailand dan Malaysia.

Kerja sama tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa dan pengajar untuk mengembangkan kompetensi, memperluas pengalaman, serta meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kerja sama ini membuka kesempatan bagi pengajar dan mahasiswa dalam mengembangkan penelitian dan pengabdian masyarakat sesuai dengan perkembangan kompetensi mereka,” jelasnya.

Lepas 849 Lulusan Sarjana dan Magister

Dalam rangkaian Wisuda Sarjana ke-37, UNIRA mewisuda 826 lulusan sarjana dan 23 lulusan magister, sehingga total lulusan nan diwisuda mencapai 849 orang.

Para lulusan tersebut berasal dari beragam program studi di lingkungan UNIRA, meliputi Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Ilmu Administrasi.

Selain itu, pada tahun aliran 2025/2026, UNIRA telah meluluskan 2.527 mahasiswa Program Profesi Guru bagi Guru Tertentu.

Gazali berharap, para lulusan UNIRA bisa mengaplikasikan pengetahuan nan diperoleh selama menempuh pendidikan untuk menjawab tantangan bumi kerja sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Dia juga membujuk seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pengembangan UNIRA agar perguruan tinggi tersebut semakin bisa menjalankan perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.

“Kami menyadari bahwa mencapai visi ini mungkin bakal melibatkan tantangan nan signifikan, tetapi kami mempunyai kepercayaan bahwa dengan kerja sama dan upaya berbareng dari semua pihak, kami dapat mengubah obsesi ini menjadi realita dalam waktu nan relatif singkat,” ujarnya.

Gazali menegaskan, support pemerintah, bumi usaha, masyarakat, alumni, serta seluruh sivitas akademika sangat dibutuhkan untuk mendorong pengembangan universitas secara berkelanjutan.

“Oleh lantaran itu, pada kesempatan ini, kami memohon support penuh dari semua pihak untuk pengembangan berkepanjangan Universitas Madura di masa depan, sebagai manifestasi nyata dari komitmen kami dalam meningkatkan mutu universitas,” pungkasnya. (nda)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0