KABAR MADURA | Bagi masyarakat Madura, Hari Santri bukan sekadar momen peringatan tahunan di kalender. Tapi, di dalamnya memuat makna spiritual dan kultural nan mendalam. Ratusan ribu santri nan tersebar di beragam perspektif pesantren di Pulau Garam menjadi bukti hidup bahwa napas keislaman tak pernah terpisahkan dari degub nadi masyarakat setempat.
Hal itu ditegaskan kembali oleh Presiden Madura United, Prof. Dr. Achsanul Qosasi, usai timnya memetik kemenangan berbobot 1-0 atas Persib Bandung dalam lanjutan kejuaraan Super League.
Bagi Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) tersebut, identitas Madura dan santri adalah dua perihal nan saling berkelindan dan tidak dapat dipisahkan.
“Bagi Madura, Hari Santri adalah hari nan sangat spesial lantaran ada ratusan ribu santri di sini. Itulah kenapa saya selalu mengatakan bahwa Madura adalah santri, dan sarungan adalah identitas santri Madura,” ujar Achsanul Qosasi dengan hangat.
Filosofi keislaman dan kebudayaan itu pun diwujudnyatakan di lapangan hijau, terutama saat menyambut kehadiran musuh di markas Laskar Sape Kerrab.
“Menyambut tamu dengan tangan terbuka dan penghormatan penuh adalah amanah tradisi nan terus dijaga, karena bagi penduduk Madura, kehadiran tamu senantiasa dimaknai sebagai pembawa keberkahan,” ujar tokoh nasional asal Madura nan dikenal punya style bicara tenang tapi tajam tersebut.
Suasana penyambutan menjadi kian spesial ketika tim nan berjamu adalah Persib Bandung—klub papan atas nan datang dengan deretan prestasi mentereng, termasuk torehan hat-trick juara liga secara berturut-turut.
“Semua tamu kami sambut dengan baik lantaran bagi orang Madura, tamu adalah rezeki,” kata laki-laki nan berkawan disapa AQ itu.
AQ menekankan bahwa reputasi besar sang musuh justru memberikan nilai lebih bagi atmosfer laga, sekaligus menjadi argumen kenapa penghormatan unik layak diberikan.
Menurutnya, pendekatan berbasis kearifan lokal ini justru memberi warna positif bagi industri sepak bola nasional.
“Ide-ide budaya lokal seperti ini sangat efektif jika dilekatkan dengan sepak bola. Keduanya bisa melangkah seiring antara produktivitas dan sportivitas,” tutur Achsanul.
Apalagi, tegas AQ, tamu nan datang kali ini adalah klub dengan predikat hat-trick juara, ialah Persib Bandung. Pihaknya sangat menghargai Persib lantaran mereka bisa meraih juara berturut-turut, dan pencapaian seperti ini kudu dinilai secara berbeda.
“Namun, soal memuliakan tamu, bagi orang Madura itu adalah perihal nan biasa dan wajib dilakukan,” tegasnya.
Untuk diketahui, dalam laga di Stadion Pamelingan Pamekasan itu, para suporter Madura United memakai sarung dan peci unik santri. Tuan rumah juga menampilkan tarian wilayah dengan alunan musik Uldaul. (nam)

1 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·