Pemerintah Kabupaten Sumenep merayakan Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri Nasional 2026 dengan langkah tak biasa: menggelar pembacaan Surat Al-Waqi’ah sebanyak 111.111 kali. Kegiatan kolektif nan berjalan pada 22–30 Oktober 2026 ini digerakkan langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Melalui Surat Edaran Bupati Nomor 44 Tahun 2026, Fauzi menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN)—mulai tingkat organisasi perangkat wilayah (OPD), kecamatan, hingga pemerintah desa—untuk ambil bagian. Target ratusan ribu referensi itu dibagi lenyap ke setiap unit kerja.
Disampaikan Bupati Fauzi, setiap badan, dinas, dan kecamatan wajib menuntaskan 30 kali pembacaan. Adapun tiap bagian di lingkungan Sekretariat Daerah mendapat jatah 10 kali, sementara unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan masing-masing 20 kali. Para camat juga diminta meneruskan petunjuk ini hingga ke tingkat desa. Untuk memastikan sasaran tercapai, setiap lembaga wajib menyetorkan laporan dan pengarsipan ke Bagian Kesejahteraan Rakyat guna pemantauan serta evaluasi.
Bagi Fauzi, aktivitas ini bukan sekadar ritual perayaan. Ia meminta seluruh jejeran mengikutinya dengan ikhlas, menjadikan angan sebagai ikhtiar spiritual nan mengiringi kerja birokrasi. Harapannya, kebersamaan dalam angan bisa mempererat persatuan dan memacu aparatur memberikan pelayanan terbaik bagi warga.
Momentum dobel hari jadi wilayah dan Hari Santri ini sekaligus menjadi ruang refleksi bagi birokrasi Sumenep untuk menautkan nilai keagamaan dengan tanggung jawab publik. Rasa syukur atas usia panjang Sumenep dinilai baru berarti jika diwujudkan lewat kesungguhan bekerja, kepedulian pada warga, serta kemauan menjaga kepercayaan publik. Lewat ratusan ribu lantunan Al-Waqi’ah itu, angan bakal keberkahan wilayah dipertemukan dengan tuntutan ketekunan aparatur dalam menyejahterakan masyarakat. (bahri)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·